Selasa, 08 Juli 2014

Industri Grafika Tantang AFTA 2015


 0
 
 2
SEMARANG, suaramerdeka.com - Pelaku industri grafika menantang dan menyatakan siap menghadapi ASEAN Free Trade Area (AFTA) 2015 mendatang. Meskipun berbenturan dengan regulasi yang menghambat pertumbuhan industri percetakan ini.
''Industri grafika diharapkan dapat menguasai pasar menghadapi ASEAN Free Trade Area (AFTA). Jangan hanya menjadi penonton. Jadilah pemain dan pemimpin menguasai pasar ASEAN,'' harap Ketua DPD Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) Jateng, Kukrit Suryo Wicaksono saat Musyawarah Daerah ke-III DPD PPGI Jateng di Hotel Grasia, Sabtu (16/11).
Pihaknya berupaya memajukan usaha di bidang grafika dengan mengembangkan kemampuan para pengusaha. Industri grafika, kata dia, merupakan industri kreatif.
Sebagai wadah yang menghimpun para pengusaha industri grafika yakni percetakan, penerbit, dan usaha yang berkaitan dengan usaha cetak mencetak, PPGI diharapkan dapat meningkatkan kualifikasi industri grafika menjadikan para pengusaha menjadi pemenang menghadapi AFTA. 
Ia menambahkan, untuk mewujudkan SDM industri grafika berkualitas. Kegiatan yang akan dilakukan, di antaranya adalah pelatihan-pelatihan praktis.
Nantinya, SDM industri grafika tidak akan tertinggal dengan adanya perkembangan yang terjadi dalam industri global. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat membuka Musda menyatakan mendukung penuh pengusaha industri grafika di wilayah Jateng untuk maju dan berkembang.
Pemprov Jateng akan bersinergi bersama pengusaha percetakan untuk menyongsong AFTA.
Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Hubungan Daerah, Dedy Heru Pramono menambahkan, PPGI berkomitmen menciptakan iklim usaha grafika yang kondusif serta meningkatkan SDM dalam menghadapi pasar bebas ASEAN. Meskipun ada beberapa kendala yang dihadapi pengusaha.
Di antaranya regulasi yang dinilai menghambat industri grafika. Seperti pemberlakuan Keppres 54.
''Kegiatan proyek pemerintah terkesan tidak mendukung. Masing-masing jalan sendiri-sendiri,'' keluhnya.
Dalam Keppres baru itu, meniadakan asosiasi. Tidak ada lagi Kartu Tanda Anggota (KTA) dan sertifikasi bagi pengusaha. Semua kegiatan bisa ditangani meskipun belum memiliki KTA dan sertifikasi.
Pada Musda tersebut, dihadiri 100 anggota PPGI tersebar di 11 DPC dan DPP. Terpilih sebagai Ketua DPD PPGI periode 2013-2018 adalah Hocky Pauw sebagai Direktur PT Panci Graha.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar