Tahun 2015 pada saat MEA diberlakukan,
sektor alas kaki akan menghadapi tantangan sekaligus peluang bagi para
pemangku kepentingan.
Tantangan sekaligus peluang tersebut
disebabkan pasar tenaga kerja dari negara anggota ASEAN akan bebas masuk
ke Indonesia, termasuk ke sektor alas kaki, dan pemangku kepentingan
serta industri alas kaki nasional harus menyiapkan tenaga kerja handal
dan profesional untuk mengisi sekaligus mendominasi pasar tenaga kerja
domestik.
Pemberlakuan MEA pada 2015 menjadi
sebuah realita yang harus dihadapi oleh sektor industri alas kaki
nasional, ditengah perbandingan kebutuhan pasar dengan tenaga kerja
industri yang terjadi saat ini. Ekonomi nasional saat ini banyak
didorong oleh kontribusi industri kreatif dengan melibatkan banyak
generasi muda yang memiliki kreativitas dan inovasi.
Selain itu, dalam upaya mengangkat
komunitas kreatif serta mensosialisasikan peran dan fungsi BPIPI dalam
pengembangan industri alas kaki nasional melalui media kreatif dan
fashion, telah dilakukan Penandatanganan Komitmen Bersama Kampus Terapan
antara BPIPI, ITS Design Center, Pusat Riset Alas Kaki Universitas
Ciputra dan Batik Fraktal yang merupakan program awal BPIPI menjadi
pusat aktivitas kreatif industri alas kaki nasional.
Dalam memperingati satu Dasawarsa BPIPI,
yang dilaksanakan pada tanggal 16-17 November 2013 di Tanggulangin,
Sidoarjo, lalu, BPIPI juga menggelar sejumlah kegiatan untuk mendorong
pengembangan industri alas kaki nasional agar dapat terus meningkatkan
daya saing dan mengoptimalkan eksistensinya di pasar gobal.
Di samping itu, untuk mempromosikan
produk unggulan binaan BPIPI, diselenggarakan Bazaar Alas Kaki, Tas
Murah, dan Kuliner Sidoarjo yang diikuti 32 peserta dari Komunitas
Sentra Tanggulangin serta IKM Alas Kaki dan perusahaan besar binaan
BPIPI.
Industri alas kaki di Indonesia sendiri
tumbuh seiring dengan perkembangan ekonomi Indonesia yang terjadi pada
awal tahun 1970-an. Industri alas kaki tumbuh stabil tahun demi tahun,
namun secara sektoral industri alas kaki belum menunjukkan kinerja yang
menggembirakan. Dari perpektif skala usaha, hanya industri berskala
besar yang mampu bertumbuh secara signifikan.
Namun, sejak awal tahun 1980-an,
industri alas kaki Indonesia tumbuh cepat seiring dengan masuknya
investasi asing yang khusus memproduksi alas kaki tujuan ekspor.
Perkembangan industri yang terjadi sangat cepat ini juga didukung oleh
upaya pemerintah yang terus berupaya menjaga situasi politik dan
keamanan dalam negeri tetap kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya
industri alas kaki. Tumbuhnya industri pendukung juga menjadi salah satu
faktor berkembangnya industri alas kaki nasional. Kondisi ini telah
menyebabkan ongkos produksi lebih efisien serta target produksi yang
sesuai permintaan buyer luar negeri.
Industri tekstil dan produk tekstil
(TPT) dan industri alas kaki merupakan andalan industri manufaktur
Indonesia dengan menyumbang nilai ekspor 12,46 miliar dolar AS pada
tahun 2012 lalu. Dengan nilai ekspor tersebut, Indonesia mampu memenuhi
kebutuhan dunia sebesar 1,8 persen untuk produk alas kaki. Selain itu,
jumlah tenaga kerja yang terserap juga cukup besar, dimana industri
alas kaki menyerap 700 ribu orang pekerja.
beritadaerah.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar