Sabtu, 12 Juli 2014

Industri Alas Kaki Indonesia Dihadapkan pada Tantangan MEA 2015

Kementerian Perindustrian menyatakan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015, industri alas kaki nasional akan menghadapi tantangan besar khususnya dalam mempersiapkan tenaga kerja yang handal.
Tahun 2015 pada saat MEA diberlakukan, sektor alas kaki akan menghadapi tantangan sekaligus peluang bagi para pemangku kepentingan.
Tantangan sekaligus peluang tersebut disebabkan pasar tenaga kerja dari negara anggota ASEAN akan bebas masuk ke Indonesia, termasuk ke sektor alas kaki, dan pemangku kepentingan serta industri alas kaki nasional harus menyiapkan tenaga kerja handal dan profesional untuk mengisi sekaligus mendominasi pasar tenaga kerja domestik.
Pemberlakuan MEA pada 2015 menjadi sebuah realita yang harus dihadapi oleh sektor industri alas kaki nasional, ditengah perbandingan kebutuhan pasar dengan tenaga kerja industri yang terjadi saat ini. Ekonomi nasional saat ini banyak didorong oleh kontribusi industri kreatif dengan melibatkan banyak generasi muda yang memiliki kreativitas dan inovasi.
Selain itu, dalam upaya mengangkat komunitas kreatif serta mensosialisasikan peran dan fungsi BPIPI dalam pengembangan industri alas kaki nasional melalui media kreatif dan fashion, telah dilakukan Penandatanganan Komitmen Bersama Kampus Terapan antara BPIPI, ITS Design Center, Pusat Riset Alas Kaki Universitas Ciputra dan Batik Fraktal yang merupakan program awal BPIPI menjadi pusat aktivitas kreatif industri alas kaki nasional.
Dalam memperingati satu Dasawarsa BPIPI, yang dilaksanakan pada tanggal 16-17 November 2013 di Tanggulangin, Sidoarjo, lalu, BPIPI juga menggelar sejumlah kegiatan untuk mendorong pengembangan industri alas kaki nasional agar dapat terus meningkatkan daya saing dan mengoptimalkan eksistensinya di pasar gobal.
Di samping itu, untuk mempromosikan produk unggulan binaan BPIPI, diselenggarakan Bazaar Alas Kaki, Tas Murah, dan Kuliner Sidoarjo yang diikuti 32 peserta dari Komunitas Sentra Tanggulangin serta IKM Alas Kaki dan perusahaan besar binaan BPIPI.
Industri alas kaki di Indonesia sendiri tumbuh seiring dengan perkembangan ekonomi Indonesia yang terjadi pada awal tahun 1970-an. Industri alas kaki tumbuh stabil tahun demi tahun, namun secara sektoral industri alas kaki belum menunjukkan kinerja yang menggembirakan. Dari perpektif skala usaha, hanya industri berskala besar yang mampu bertumbuh secara signifikan.
Namun, sejak awal tahun 1980-an, industri alas kaki Indonesia tumbuh cepat seiring dengan masuknya investasi asing yang khusus memproduksi alas kaki tujuan ekspor. Perkembangan industri yang terjadi sangat cepat ini juga didukung oleh upaya pemerintah yang terus berupaya menjaga situasi politik dan keamanan dalam negeri tetap kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya industri alas kaki. Tumbuhnya industri pendukung juga menjadi salah satu faktor berkembangnya industri alas kaki nasional. Kondisi ini telah menyebabkan ongkos produksi lebih efisien serta target produksi yang sesuai permintaan buyer luar negeri.
Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dan industri alas kaki merupakan andalan industri manufaktur Indonesia dengan menyumbang nilai ekspor 12,46 miliar dolar AS pada tahun 2012 lalu. Dengan nilai ekspor tersebut, Indonesia mampu memenuhi kebutuhan dunia sebesar 1,8 persen untuk produk alas kaki. Selain itu, jumlah tenaga kerja yang terserap juga cukup besar, dimana industri alas kaki menyerap 700 ribu orang pekerja.
beritadaerah.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar